Jumat, 31 Maret 2017

Teknologi Canggih Buatan Indonesia


Indonesia adalah Negara berkembang yang kaya akan kekakayaan alamnya yang sangat indah. Selain kaya akan adatnya, Indonesia juga merupakan Negara yang memperhatikan perkembangan teknologi negaranya. Banyak anak-anak bangsa yang sangat berprestasi dalam bidang teknologi. Berikut ini adalah beberapa teknologi canggih buatan Indonesia :

1. PC Tablet Wakamini

Wakamini adalah computer tablet yang dibuat oleh Indonesia dengan harga sekitar 3,5 juta rupiah. Tablet ini memiliki desain yanng unik dan dapat diputar 180 derajat. Tablet wakamini ini berukuran 10 inchi dengan 4 desain warna, yaitu coklat, merah, hitam dan biru. Dan mereka menggunakan windows 7 untuk system operasinya. Prosesor intel atom berkecepatan 1,6 Ghz, RAM sebesar 1 GB DDR2 dan memory 250 GB. 

2. Ponsel Buatan Indonesia

Banyak Ponsel buatan Indonesia seperti Evercoss, Mito, Polytron dll. Salah satunya gambar diatas yakni Andromax A. Smartphone Haier ini tidak kalah dengan sejenis Samsung, Asus dll. Dengan spesifikasi yang bermutu dan harga yang cukup murah ini akan membuktikan Indonesia bisa.

3. Chip Buatan Indonesia

Chipset Wimax Xirka buatan asli Indonesia ini dikembangkan sejak 2006. Seluruh komponen berasal dari Indonesia. Cukup membanggakan.

4. LTE(4G)

Siapa sangka,penemu jaringan 4G ini adalah Orang Indonesia. Adalah Prof. Dr. Khoirul Anwar. Warga Indonesia ini adalah salah satu Orang Indonesia yang berprestasi didunia Internasional. Beliaulah yang menemukan dan sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). 
Penemuan teknologi 4G berbasis OFDM ini diawali dengan ide uniknya,yaitu mengurangi daya transmisi untuk meningkatkan kecepatan transmisi data. Penurunan daya dilakukan hingga 5dB saja (100.000 = 10 pangkat 5 kali lebih kecil dari teknologi sebelumnya) dan hasilnya kecepatan transmisi meningkat. Dan ternyata 4G Terinspirasi oleh Dragon Ball Z. Mungkin ini terlintas terdengar konyol. Tapi memang begitulah adanya..
4G dibuat karena terinspirasi dari suatu adegan di Sinema Dragon Ball z . Saat Goku menggunakan Genkidama.yaitu kekuatan alam yang digabungkan menjadi bola api.hal tersebut di coba dalam pembuatan teknologi 4G dengan menarik energi sekitarnya
Bagaiman ? Kalian baru mengetahuinya kan sekarang ? Jadi kita generasi muda penerus bangsa, harus kembangkan terus bakat kita sehingga kita dapat membanggakan negar kita snediri. Seperti Prof. Dr. Khoirul Anwar, beliau adalah penemu jaringan 4G yang saat ini telah digunakkan oleh semua kalangan. Betapa bangganya kita setelah mengetahuinya. Bagaimana jika kita tidak hanya menjadi penikmat teknologi tetapi menjadi seseorang yang bisa membuat teknologi untuk dinikmati semua kalangan ? 

**Sumber :

Kamis, 30 Maret 2017

INFORMATION TECHNOLOGY INFRASTRUCTURE LIBRARY

1.   Sejarah & Pengertian
ITIL singkatan dari Information Technology Infrastructure Library, yang merupakan best practice framework dalam mengelola teknologi informasi berbasis layanan.  ITIL diterbitkan dalam suatu rangkaian buku yang masing-masing membahas suatu topik pengelolaan (TI).Nama ITIL dan IT Infrastructure Library merupakan merek dagang terdaftar dari Office of Government Commerce (OGC) Britania Raya.
Walaupun dikembangkan sejak dasawarsa 1980-an, penggunaan ITIL baru meluas pada pertengahan 1990-an dengan spesifikasi versi keduanya (ITIL v2) yang paling dikenal dengan dua set bukunya yang berhubungan dengan ITSM (IT Service Management), yaitu Service Delivery (Antar Layanan) dan Service Support (Dukungan Layanan). Dalam versi terbaru adalah versi 3. Perubahan mendasar pada versi ini terletak dari sudut pandang pengelolaan IT, dimana pada versi 2 ITIL mengelola layanan sebagai sekumpulan proses dan fungsi sementara dalam ITIL versi 3 layanan sebagai sebuah lifecycle / daur hidup. 
Pada awal musim panas 2007 ITIL 3.0 diterbitkan. Ini didirikan struktur yang sama sekali baru. Ini terdiri dari tiga bidang utama:
a.    ITIL Core Publikasi
b.    ITIL Pelengkap Bimbingan
c.    ITIL Web Support Services
Pada 30 Juni 2007, OGC (Office of Government Commerce) menerbitkan versi ketiga ITIL (ITIL v3) yang intinya terdiri dari lima bagian dan lebih menekankan pada pengelolaan siklus hidup layanan yang disediakan oleh teknologi informasi. Kelima bagian tersebut adalah:
1)    Service Strategy
Inti dari ITIL Service Lifecycle adalah Service Strategy. Service Strategy memberikan panduan kepada pengimplementasi ITSM pada bagaimana memandang konsep ITSM bukan hanya sebagai sebuah kemampuan organisasi (dalam memberikan, mengelola serta mengoperasikan layanan TI), tapi juga sebagai sebuah aset strategis perusahaan. Panduan ini disajikan dalam bentuk prinsip-prinsip dasar dari konsep ITSM, acuan-acuan serta proses-proses inti yang beroperasi di keseluruhan tahapan ITIL Service Lifecycle. Proses-proses yang dicakup dalam Service Strategy :
a.    Service Portfolio Management
b.    Financial Management
c.    Demand Management
2)    Service design
Service Design berisi prinsip-prinsip dan metode-metode desain untuk mengkonversi tujuan-tujuan strategis organisasi TI dan bisnis menjadi portofolio/koleksi layanan TI serta aset-aset layanan, seperti server, storage dan sebagainya.
Ruang lingkup Service Design tidak melulu hanya untuk mendesain layanan TI baru, namun juga proses-proses perubahan maupun peningkatan kualitas layanan, kontinyuitas layanan maupun kinerja dari layanan. Proses-proses yang dicakup dalam Service Design yaitu:
a.    Service Catalog Management
b.    Service Level Management
c.    Supplier Management
d.    Capacity Management
e.    Availability Management
f.     IT Service Continuity Management
g.    Information Security Management

3)    Service Traansition
Service Transition menyediakan panduan kepada organisasi TI untuk dapat mengembangkan serta kemampuan untuk mengubah hasil desain layanan TI baik yang baru maupun layanan TI yang dirubah spesifikasinya ke dalam lingkungan operasional. Tahapan lifecycle ini memberikan gambaran bagaimana sebuah kebutuhan yang didefinisikan dalam Service Strategy kemudian dibentuk dalam Service Design untuk selanjutnya secara efektif direalisasikan dalam Service Operation.

4)    Service Operation
Service Operation merupakan tahapan lifecycle yang mencakup  kegiatan operasional harian pengelolaan layanan-layanan TI. Di dalamnya terdapat panduan pada bagaimana mengelola layanan TI secara efisien dan efektif. Panduan-panduan ini mencakup bagaiman menjaga kestabilan operasional layanan TI serta pengelolaan perubahan desain, skala, ruang lingkup serta target kinerja layanan TI.
Proses-proses yang dicakup dalam Service Transition yaitu:
a.    Event Management
b.    Incident Management
c.    Problem Management
d.    Request Fulfillment
e.    Access Management

5)    Continual Srvice Improvement
Continual Service Improvement (CSI) memberikan panduan penting dalam menyusun serta memelihara kualitas layanan dari proses desain, transisi dan pengoperasiannya. CSI mengkombinasikan berbagai prinsip dan metode dari manajemen kualitas. Penerapan ini merupakan pendahuluan dari Countinual Service Inprovement (CSI) berdasarkan ISO/IEC 20000, yang merupakan : 
1.    Mendefinsikan pemeriksaan yang dibutuhkan dalam melakukan eksekusi
pada tahapan pemeriksaan.
2.    Mengidentifikasikan komparisasi tampilan berdasarkan CSI serta lifecycle yang lainnya.
3.    Mengidentifikasikan proses aktivitas yang membutuhkan pengenalan.
4.    Mengidentifikasikan kewajiban dan wewenang dari manajemen.
5.    Mencari tools yang dibutuhkan untuk mendukung dan mempros dokumen

2.   Manfaat ITIL
Dengan menyediakan pendekatan sistematis untuk manajemen layanan TI, ITIL dapat membantu sebuah perusahaan dalam cara berikut:
a.    Mengurangi biaya
b.    Peningkatan layanan TI melalui penggunaan proses-proses praktek terbaik yang telah terbukti meningkatkan kepuasan pelanggan melalui pendekatan yang lebih profesional untuk pelayanan standar dan pedoman
c.    Meningkatkan produktivitas
d.    Meningkatkan penggunaan keterampilan dan pengalaman
e.    Meningkatkan penyampaian layanan pihak ketiga melalui spesifikasi ITIL atau ISO 20000 sebagai standar untuk pengiriman layanan pengadaan jasa.
Sertifikasi ITIL adalah yang paling dicari dalam industri TI. Beberapa Sertifikasi ITIL biasanya membuat ke daftar sertifikasi teknis tertinggi membayar. Sertifikasi ITIL ITIL dikelola oleh Badan Sertifikasi Manajemen (ICMB) yang terdiri dari OGC, IT Service Management Forum Internasional dan dua pemeriksaan lembaga:. EXIN (berbasis di Belanda) dan ISEB (berbasis di Inggris) yang EXIN dan ISEB mengelola ujian dan kualifikasi penghargaan di Yayasan, Praktisi dan Manajer / tingkat Master saat ini dalam ‘ITIL Service Management’, ‘ITIL Aplikasi Manajemen’ dan ‘Manajemen Infrastruktur TIK’ masing-masing. ITIL Volume, 5 Volume ITIL adalah sebagai berikut:
a.    Layanan Strateg
Strategi Buku Service memberikan pandangan ITIL yang sejalan bisnis teknologi dan informasi. Ini menentukan bahwa setiap tahap siklus hidup layanan harus tetap fokus pada kasus bisnis, dengan tujuan bisnis yang ditetapkan, persyaratan dan prinsip-prinsip manajemen layanan.

b.    Layanan Desain
Desain Buku Service memberikan panduan pada produksi / pemeliharaan kebijakan teknologi informasi, arsitektur, dan dokumen.

c.    Layanan Transisi
Buku Transisi Layanan berfokus pada peran manajemen perubahan dan praktek rilis, menyediakan kegiatan bimbingan dan proses untuk transisi dari layanan ke dalam lingkungan bisnis.

d.    Layanan Operasi
Buku ini berfokus pada pengiriman dan kegiatan proses kontrol berdasarkan pilihan layanan dan dukungan jasa penyampaian kontrol.
Peningkatan Pelayanan terus menerus: Buku ini berfokus pada elemen proses yang terlibat dalam mengidentifikasi dan memperkenalkan perbaikan manajemen pelayanan, serta isu-isu seputar layanan pensiun.

SUMBER :

Senin, 23 Januari 2017

3D Teknologi

3D PAINTING

Kali ini kita masih akan membahas tentang 3D Teknologi, yaitu 3D Painting. Apa itu 3D Painting ? 3D Painting adalah suatu teknologi yang menghasilkan sebuah objek nyata, menggunakan mesin seeperti printer tetapi tidak menggunakan tinta melainkan menggunakan plastic molten wax dan material lainnya.

1.  Pengertian dan sejarah 3D Painting
3D Painting atau dikenal juga sebagai Additive Layer Manufacturing adalah proses membuat objek padat 3 dimensi atau bentuk apapun dari model digital. Cara kerjanya hampir sama dengan printer laser dengan tehnik membuat objek dari sejumlah layer/ lapisan yang masing-masing dicetak di atas setiap lapisan lainnya.Teknologi printing ini sendiri sebenarnya sudah berkembang sejak sekitar 1980an namun belum begitu dikenal hingga tahun 2010an ketika mesin cetak 3D ini dikenalkan secara komersial. Dalam sejarahnya Printer 3D pertama yang bekerja dengan baik dibuat oleh Chuck Hull dari 3D Systems Corp pada tahun 1984. Sejak saat itu teknologi 3D printing semakin berkembang dan digunakan dalam prototyping (model) maupun industri secara luas seperti dalam arsitektur, otomotif, militer, industri medis, fashion, sistem informasi geografis sampai biotech (penggantian jaringan tubuh manusia). 

2. Cara kerja 3D Painting
Proses percetakan dengan 3D painting melalui proses stereolithography ini dilakukan lapis perlapis. Ketebalan lapisan tersebut tergantung dari intensitas cahaya dan resin yang digunakan. Sebagai ilustrasi, apabila kita ingin membuat bentuk kubus maka resin photopolymer akan disinari dengan sinar UV berbentuk kotak sehingga dihasilkan lapisan pertama berbentuk kubus tetapi tipis. Selanjutnya, kubus tipis yang telah mengeras akan bergeser turun dan cairan photopolymer tersebut kembali disinari dengan sinar UV berbentuk kotak. Kedua kubus tipis tersebut akan bergabung menjadi kubus yang lebih tebal. Proses tersebut terus berlanjut hingga kubus yang diinginkan benar-benar terbentuk. Nah, demikianlah proses lengkap dari stereolithography. Prosesnya ternyata sederhana dan tidak serumit yang kita bayangkan.

Cara kerja mesin 3D printer secara umum terbagi pada 3 tahapan proses yaitu :

a.   Model objek 3D
Model Objek 3D dapat dibuat dengan menggunakan software khusus untuk model desain 3D yang printernya mendukung contohnya seperti solidwork, catia, delcam dll.
b.   Proses Painting
Apabila desainnya sudah dibuat anda bisa langsung print di 3D printer. Kemudian proses pencetakan pun dimulai, lamanya proses pencetakkan ini tergantung dari besar dan ukuran model. Proses printing menggunakan prinsip dasar Additive Layer dengan rangkaian proses mesin membaca rancangan 3D dan mulai menyusun lapisan secara berturut-terut untuk membangun model virtual digabungkan secara otomatis untuk membentuk susunan lengkap yg utuh.
c.   Finishing
Pada tahap ini anda dapat menyempurnakan bagian-bagian kompleks yang bisa jadi disebabkan oleh over sized atau ukuran yang berbeda dari yang diinginkan. Teknik tambahan untuk menyempurnakan proses ini dapat pula menggunakan teknik multiple material atau material berbeda; multiple color atau kombinasi warna.

3. Jenis-jenis 3D Painting

1)  Direct And Binder Printer 3D
Printer 3D jenis direct memiliki mekanisme kerja menggunakan teknologi inkjet. Teknologi ini sudah ada sejak 1960 ketika digunakan pada printer 2D. Meskipun teknologi inkjet digunakan ke dalam printer 3D cara kerjanya pun hampir mirip ketika digunakan ke dalam printer 2D. Dimana inkjet bergerak maju mundur sambil mengeluarkan cairan. Dan yang membedakan adalah printer 2D inkjet hanya bergerak maju mundur atau horizontal, sedangkan printer 3D inkjet juga bisa bergerak vertikal ataupun diagonal sambil mengeluarkan cairan tetapi bukan tinta seperti printer 2D melainkan lilin dan polimer plastik.


Sedangkan printer 3D jenis binder dalam proses kerjanya sama menggunakan nozel inkjet untuk menuangkan cairan untuk membentuk setiap lapisan. Tetapi memiliki perbedaan dengan jenis direct, dimana jenis binder untuk melakukan pencetakan menggunakan dua bahan yang terpisah yang berupa bubuk kering dan lem cair. Dengan mekanisme kerja, pertama bubuk kering dilakukan penuangan kemudian diberikan lem cair agar terjadi pengikatan. Begitu seterusnya hingga seluruh proses selesai.





2) Photopolymerization Dan Sintering
Photopolymerization jika diamati dari penamaannya berasal dari kata Photo yang berati cahaya dan polymer yang memiliki arti senyawa kimia plastik. Jadi dapat dikatakan sebagai jenis printer 3D yang memiliki cara kerja dengan meneteskan cairan plastik kemudian diberikan penyinaran laser berupa ultraviolet. Dan selama proses penyinaran ini sanggup merubah cairan menjadi bentuk padat.


Sedangkan Printer 3D jenis sintering dalam proses kerjanya melibatkan partikel padat diberikan proses penyinaran. Dan proses semacam ini biasa disebut dengan Selective laser sintering (SLS) yakni proses printer 3D yang bekerja menggunakan laser untuk mencairkan bubuk plastik yang kemudian mencair dan membeku kembali membentuk lapisan dicetak. Jenis sintering sangat kompatibel untuk mencetak benda yang berasal dari logam. Karena proses manufaktur pada logam sering membutuhkan mekanisme dari bentuk padat kemudian cair lalu padat lagi. Dan keuntungan yang dihasilkan dari proses sintering adalah tingkat presisi yang tinggi.


Sumber :


3D Teknologi

Virtual Reality

Sebelumnya saya sudah menjelaskan tentang apa itu Virtual Reality. Pada blog ini saya akan menjelaskan jenis – jenis kacamata Virtual Reality yang sudah banyak digunakan. Berikut ini adalah jenis – jenisnya dan penjelasan singkatnya :

1.  Entry-Level Mobile VR
Entry-Level Mobile VR ini adalah perangkat Virtual Reality yang harganya murah , tidak ada komponen elektronik didalamnya dan dalam menggunakannya , kalian memerlukan sebuah smartphone .
Contoh yang paling popular untuk jenis Kaca Mata VR ini adalah Google Cardboard dan beberapa Kaca Mata Virtual Reality Untuk Smartphone Lainnya . Harganya sangat murah karena cara kerjanya sangat simple dan biasanya terbuat dari Kertas Karton tebal atau Plastik .
Entry-Level Mobile VR biasanya digunakan pada smartphone berukuran layar 4 hingga 5 Inch keatas . Kalian bisa bermain game Virtual Reality berbasis smartphone Android hingga melihat foto dan video 360 derajat .


2. Mobile Virtual Reality
Mobile Virtual Reality hampir sama dengan Entry-Level Mobile VR karena keduanya menggunakan Smartphone sebagai Processing Source nya . Namun pada Mobile Virtual Reality Headset biasanya dilengkapi dengan komponen elektronik didalamnya .
Contoh perangkat Mobile Virtual Reality adalah Samsung Gear VR . Harga Mobile Virtual Reality biasanya sedikit mahal hingga Rp . 1 Jutaan .
Mobile Virtual Reality biasanya dilengkapi dengan tracking sensor , built-in control dan focus adjustment yang menambah keseruan ketika bermain game Virtual Reality .


3. High-Level Virtual Reality
Naik satu tingkat dan sekarang kita akan membahas High-Level Virtual Reality . Perangkat VR ini berbeda dengan Mobile Virtual Reality Headset , karena kita harus menggunakan sebuah Komputer atau perangkat game konsol untuk bisa menggunakan High-Level Virtual Reality Headset .
Contoh perangkat VR yang termasuk kedalam golongan High-Level Virtual Reality adalah Oculus Rift dan HTC Vive dimana keduanya menggunakan Komputer sebagai processing sourcenya .
Untuk yang menggunakan perangkat game konsol kini ada yang namanya Sony Playstation VR . Dan selain itu pada kelas High-Level Virtual Reality juga terdapat perangkat VR yang bisa digunakan melalui Smartphone , Komputer dan Game Konsol , contohnya Razer OSVR .
Harganya pun lumayan mahal , sebuah perangkat VR berkelas tinggi biasanya dijual mulai dari Rp . 1 Jutaan hingga belasan juta rupiah .
Meskipun harganya mahal , namun sensasi yang diberikan ketika menggunakan perangkat High-Level Virtual Reality ini sangat mengagumkan jika dibandingkan dengan perangkat VR berbasis Smartphone .


4. Virtual Mobile Theater
Seperti namanya , Virtual Mobile Theater adalah perangkat VR Headset namun bukan untuk bermain game , melainkan untuk memberikan sensasi yang mengagumkan pada pengguna saat menonton film dengan menggunakan perangkat Virtual Mobile Theater .
Perangkat VR berjenis ini belum banyak yang memproduksi , namun beberapa sudah ada yang dijual salah satunya Sony HMZ-T1 dengan harga Rp . 9,600,000 .
Virtual Mobile Theater membutuhkan processing source berupa komputer atau smartphone , dengan menggunakan perangkat sejenis ini , maka film yang kalian tonton akan terasa seperti theater sungguhan dengan layar yang besar dan suara yang stereo .


5. Augmented Reality Headset
Lalu yang terakhir dan mulai sering dibicarakan oleh banyak orang adalah Augmented Reality Headset . Augmented Reality adalah teknologi yang menggabungkan dunia nyata dengan objek grafis yang diciptakan / generated melalui komputer .
Beberapa saat yang lalu kita kedatangan game Augmented Reality yang sempat booming yaitu Pokemon GO . Meskipun sudah banyak yang memproduksi Augmented Reality Headset ini dengan harga yang murah , namun popularitasnya belum sebegitu hebatnya dibanding Virtual Reality .
Contoh perangkat Augmented Reality ini adalah Microsoft HoloLens yang harganya sangat mahal .


Sumber :


Minggu, 22 Januari 2017

3D Teknologi

Virtual Reality


Kali ini saya akan membahas tentang teknologi Virtual Reality. Apa sih Virtual Reality ? seperti yang kita tahu, salah satu trend teknologi dimana kita akan merasakan sensasi 3 dimensi hanya dengan menggunakan sebuah teknologi seperti kacamata. Ya itu lah yang dinamakan Virtual Reality atau VR. Virtual Reality adalah sebuah teknologi yang membuat pengguna atau user dapat berinteraksi dengan lingkungan yang ada dalam dunia maya yang disimulasikan oleh komputer, sehingga pengguna merasa berada di dalam lingkungan tersebut.
Salah satu kelebihan utamanya adalah dapat membuat user merasakan sensasi yang nyata seakan berada pada lingkungan tersebut. VR ini biasanya digunakan pada bidang medis, arsitektur, penerbangan, hiburan, dan lain-lain. VR ini juga dapat digunakan oleh segala usia. Biasanya lebih banyak digunakan untuk hiburan, seperti game. Sehingga membuat user merasa terjun langsung dalam permainan tersebut. Tapi teknologi ini banyak juga digunakan untuk peltihan, seperti pelatihan kedokteran, penerbangan dan lain-lain.
Selain Virtual Reality ada juga Augmented Reality. Augmented Reality adalah integrasi informasi digital dengan lingkungan pengguna secara real time. Teknologi Augmented Reality menggunakan lingkungan yang ada di dunia nyata kemudian menambahkan informasi baru di atasnya. Sehingga user merasakan ada objek yang masuk dalam lingkungan nyata.
Ada 4 elemen penting dalam virtual reality, sebagai berikut:
  1. Virtual world, sebuah konten yang menciptakan dunia virtual dalam bentuk screenplay maupun script
  2. Immersion, sebuah sensasi yang membawa pengguna teknologi virtual reality merasakan ada di sebuah lingkungan nyata yang padahal fiktif. Immersion dibagi dalam 3 jenis, yakni:
    • Mental immersion, membuat mental penggunanya merasa seperti berada di dalam lingkungan nyata
    • Physical immersion, membuat fisik penggunanya merasakan suasana di sekitar lingkungan yang diciptakan oleh virtual reality tersebut
    • Mentally immersed, memberikan sensasi kepada penggunanya untuk larut dalam lingkungan yang dihasilkan virtual reality
  3. Sensory feedback berfungsi untuk menyampaikan informasi dari virtual world ke indera penggunanya. Elemen ini mencakup visual (penglihatan), audio (pendengaran) dan sentuhan
  4. Interactivity yang bertugas untuk merespon aksi dari pengguna, sehingga pengguna dapat berinteraksi langsung dalam medan fiktif atau virtual world
Sebuah teknologi dapat dikatakan sebagai virtual reality jika sudah memenuhi beberapa persyaratan berikut ini:
  • Tampilan gambar / grafis / visualisasi 3D tampak nyata dan sesuai dengan perspektif dari penggunanya
  • Mampu mendeteksi semua gerakan dan respon dari pengguna, seperti gerakan kepala atau bola mata pengguna. Ini dibutuhkan agar tampilan grafis dapat sesuai dengan perubahan dunia 3D dari pengguna itu sendiri
Jika ditanya soal sejarah perkembangan Virtual Reality ini adalah cukup panjang. Virtual reality bermula dari sebuah prototype dari visi yang dibangun oleh Morton Heilig pada tahun 1962 yang bernama Senosorama. Agar lebih mudah dipahami, berikut ini penjelasan sederhananya dengan menggunakan grafik.




Sumber :