Sabtu, 20 Januari 2018

BIOMETRIK

Apa itu Teknologi Biometrik?




Sebuah sistem biometrik pada dasarnya adalah sistem pengenalan/identifikasi pribadi dengan menentukan keaslian dari suatu karakteristik fisiologis, ataupun perilaku tertentu yang dimiliki oleh si pengguna. Teknologi biometrik demikian didefinisikan sebagai metode otomatis untuk mengidentifikasi dan otentikasi identitas seseorang berdasarkan karakteristik fisiologis maupun perilaku si pengguna. Sistem biometrik dapat berupa sistem identifikasi maupun sistem verifikasi (otentikasi) yang pembahasannya ada di bawah ini:


• Identifikasi: One to Many
Pembandingan sampel biometrik individu terhadap seluruh database dari template referensi biometrik, untuk menentukan apakah data sampel cocok dengan salah satu template dari database.


• Verifikasi: One to One
Pembandingan dua set data biometrik untuk menentukan apakah mereka berasal dari individu yang sama.

Kelayakan Teknologi Biometrik

Untuk dapat dijadikan teknologi biometrik, karakteristik data biometrik harus memenuhi syarat tertentu agar bisa digunakan sebagai teknologi biometrik yang layak. Karakteristik biometrik tersebut antara lain:

• Bersifat universal

Setiap orang harus memiliki atribut yang menjadi data biometrik. Atribut ini haruslah atribut yang aman dari kehilangan akibat suatu kecelakaan atau penyakit.


• Tidak berubah

Data biometrik harus konstan selama jangka waktu yang panjang. Atribut ini tidak boleh mengalami perubahan yang signifikan akibat faktor usia ataupun penyakit kronis tertentu.


• Mudah diukur

Proses pengambilan datanya tidak boleh memakan banyak waktu dan sebaiknya proses pengambilan datanya juga harus dapat dilakukan secara pasif tanpa bantuan pihak kedua sebagai pengambil data.


• Bersifat unik dan tunggal

Setiap ekspresi atribut harus unik untuk tiap individu. Karakteristiknya harus memiliki sifat unik yang cukup untuk membedakan seseorang dari yang lain. Tinggi badan, berat badan, warna rambut dan mata mungkin merupakan atribut yang unik dengan asumsi hasil pengukurannya sangat tepat dan akurat, namun jenis data ini tidak menawarkan poin diferensiasi yang cukup untuk dapat berguna lebih dari sekedar pengelompokan data.


• Dapat diterima

Proses pengumpulan data (capture) harus merupakan proses yang dapat diterima oleh sebagian besar masyarakat. Misalnya adalah teknologi yang sifatnya invasif; yaitu di mana ia memerlukan bagian dari tubuh manusia untuk diambil atau bahkan akan merusak tubuh manusia jika penggunaannya terus dilakukan.


• Dapat diringkas

Data yang diambil harus bisa diubah ke dalam bentuk file yang mudah disimpan/diatur.


• Reliabel dan resisten terhadap manipulasi

Atribut pada teknologi biometrik haruslah yang tidak mudah untuk dimanipulasi. Ia juga harus memiliki reliabilitas dan reproduktifitas yang tinggi yang artinya setiap pengambilan data hasilnya akan sama walaupun telah diambil berkali-kali.




• Privat

Proses capture-nya tidak boleh melanggar hak privasi.


• Komparabel

Selain harus dapat diringkas ke dalam bentuk data digital, data biometrik juga harus tetap dapat dibandingkan dengan data orang lain walaupun datanya telah diringkas. Semakin rendah kemungkinan terjadinya kesamaan antar data, maka semakin otoritatif pula metode identifikasi tersebut.


Contoh Teknologi Biometrik

Ada beberapa contoh teknologi yang sudah umum digunakan dalam berbagai aplikasi. Di antaranya adalah pemindaian retina, iris, sidik jari, wajah, dan suara. Teknologi ini sudah banyak digunakan dalam sistem keamanan di penjara, sistem absensi di instansi pemerintah dan sekolah, e-KTP, hingga perangkat smartphone yang canggih.



Pemindai Retina dan Iris



Dianggap sebagai teknologi biometrik yang paing aman di antara teknologi biometrik lain biometrik. Teknologi biometrik yang menggunakan mata telah lama digunakan dalam aplikasi yang membutuhkan keamanan tinggi, seperti penjara dan instansi pemerintah. Pemindaian mata ada dua bentuk: pemindaian iris dan pemindaian retina.


Ada dua perbedaan mendasar antara pemindaian retina dan iris, yaitu pada peralatan dan prosedurnya. Peralatan untuk pemindaian retina cenderung besar dan kompleks serta prosedurnya yang cenderung tidak nyaman. Pengguna harus fokus pada tempat tertentu selama beberapa detik dan mata mereka harus dekat dengan perangkat pemindai. Tidak seperti pemindaian retina, pemindaian iris hanya melibatkan kamera pemindai standar yang tidak khusus ataupun mahal. Pemindaian iris bahkan dapat dilakukan dengan jarak pengguna yang terletak pada jarak hingga satu meter dari kamera pemindai. Perbedaan lain di antara dua teknologi biometrik mata ini adalah bahwa pemindaian retina membutuhkan pengguna untuk melepas kacamata mereka, sedangkan pemindaian iris dapat bekerja tanpa melepas kacamata. Pemindai iris juga dapat mendeteksi iris artifisial dan lensa kontak.


Dalam hal akurasi, scan retina memiliki rekam jejak (track record) yang sudah terbukti; oleh karena itu, ia lebih banyak digunakan dalam instalasi keamanan tingkat tinggi. Karena sistem iris merupakan teknologi yang lebih baru, ia kurang memiliki track record. Meskipun tingkat kecocokan template cukup tinggi pada kedua teknologi ini, eksperimen menunjukkan bahwa pemindaian iris lebih unggul dalam menolak pengguna yang tidak sah. Namun sayangnya ia juga sering menolak pengguna yang sah, pengguna sah tersebut dianggap palsu namun sebenarnya tidak.


Dibandingkan dengan perangkat biometrik lainnya, peralatan untuk pemindaian termasuk mahal. Pemindaian retina sangatlah mahal karena peralatan yang dibutuhkan sama dengan peralatan medis khusus, seperti retinoskop; sedangkan pemindaian iris menggunakan kamera yang lebih standar dan sedikit lebih murah.



Pemindaian Sidik Jari



Pemindaian sidik jari menggunakan perangkat khusus yang menangkap informasi tentang sidik jari seseorang, di mana informasi ini akan digunakan untuk otentikasi orang di lain waktu. Masing-masing jari terdiri dari pola garis yang unik. Pemindai sidik jari tidak menangkap seluruh sidik jari; sebaliknya, mereka merekam detail kecil tentang sidik jari yang disebut minutiae. Misalnya, scanner akan memilih titik pada sidik jari lalu merekam seperti apa bentuk pola/lekukan pada titik tersebut, ke mana ia mengarah, dan sebagainya.

Dengan memilih beberapa titik tersebut, pemindai ini dapat menjadi sangat akurat. Meskipun identifikasi minutiae bukan satu-satunya faktor yang cocok untuk perbandingan sidik jari, ia merupakan fitur utama yang digunakan dalam sistem pemindaian sidik jari. Jumlah minutiae pada sidik jari dapat bervariasi, namun pemindai sidik jari berkualitas tinggi akan dapat berisi antara 60 hingga 80 minutiae.


Sebuah sistem biometrik dapat mengidentifikasi sidik jari dari pola aliran lekukannya; jumlah lekukan; jenis, arah, dan lokasi kunci dari titik yang ada; serta lokasi dari pori-pori pada jari. Mengingat simpel serta luasnya penggunaan teknologi ini, pemindaian sidik jari merupakan teknologi biometrik yang paling banyak digunakan saat ini.


Satu poin penting yang harus  diingat adalah bahwa ada banyak kerentanan proses otentikasi sidik jari yang menjadikannya tidak sepenuhnya aman. Kerentanan ini dapat terjadi pada saat proses pemindaian, proses pentransferan serta penyimpanan data hasil pemindaian sidik jari. Melalui cara yang relatif sederhana, orang yang tidak sah dapat memperoleh akses ke sistem pemindaian sidik jari. Alat pemindai mungkin tertipu dengan hanya meniup permukaan scanner karena bekas sidik jari masih tersimpan pada alat pemindai, atau bisa juga menggunakan jari buatan dari lilin (wax).


Pemindaian Wajah




Salah satu keuntungan utama dari pemindaian wajah dibanding teknologi biometrik lainnya adalah karena ia non-invasif dan sangat praktis. Pemindaian wajah tidak memerlukan pengguna untuk memberikan sidik jari, berbicara ke ponsel (pemindaian suara), atau mengharuskan mata mereka untuk dipindai. Dibandingkan teknologi biometrik menggunakan yang menggunakan geometri tangan, seperti scanner sidik jari, kondisi cuaca (uap) dan kebersihan detail objek pindai tidak akan terlalu mempengaruhi hasil scan wajah sehingga membuat teknologi pemindaian wajah ini lebih mudah untuk diterapkan.


Namun, tidak seperti teknologi biometrik fisik lainnya, pemindaian wajah dapat dipengaruhi oleh waktu. Penampilan dan bentuk wajah seseorang dapat berubah akibat proses penuaan dan perubahan oleh operasi wajah. Kecelakaan, mencukur, ataupun luka bakar dapat juga memiliki efek yang signifikan pada hasil pemindaian wajah.


Sejauh ini, beberapa metode pengenalan wajah telah dirancang. Salah satu teknik terkemuka adalah dengan menganalisis struktur tulang di sekitar mata, hidung, dan pipi.
teknologi pemindaian wajah juga ada yang menggunakan pola jaringan saraf di wajah dan pemindaian "hot spot" menggunakan teknologi inframerah. Cahaya inframerah menciptakan apa yang disebut sebagai "termogram wajah" untuk mengatasi beberapa keterbatasan yang ada pada teknologi pengenalan wajah. Hebatnya, operasi plastik sekalipun tidak akan mengubah aliran darah di bawah kulit dan jarang mempengaruhi termogram wajah. Sebuah termogram wajah juga dapat ditangkap di lingkungan yang kurang cahaya. Namun, penelitian belum dapat memastikan apakah termogram wajah memiliki kekurangan pada kondisi tertentu; misalnya, hasil pemindaian mungkin sangat bergantung pada emosi atau suhu tubuh individu pada saat scan dilakukan.


Satu kelemahan yang jelas pada teknologi pemindaian wajah adalah bahwa ia bisa saja melanggar privasi melalui sistem surveilans yang kuat. Gambaran wajah tentu lebih mudah dikenali oleh manusia biasa daripada sekedar sidik jari, iris, retina, ataupun suara. Masalah lain pada kebanyakan teknologi pemindaian wajah seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya adalah kebutuhan akan pencahayaan yang cukup serta latar belakang yang sederhana. Pencahayaan yang buruk atau latar belakang yang kompleks dapat membuat alat pemindai sulit untuk mendapatkan hasil scan yang akurat. Rambut wajah dan perubahan pada wajah juga dapat berpengaruh negatif terhadap keakuratan proses pemindaian.


Pemindaian Suara




Pemindaian suara berbeda dari kebanyakan model biometrik lainnya karena menggunakan ia informasi akustik bukan gambar. Setiap individu memiliki seperangkat karakteristik unik pada suara mereka yang sulit untuk ditiru. Suara manusia bervariasi berdasarkan fitur fisiologis seperti ukuran dan bentuk bibir individu, rongga hidung, pita suara, dan mulut. Pemindaian suara memiliki suatu keuntungan dibanding teknologi biometrik lainnya yaitu bahwa data suara dapat ditransmisikan melalui saluran telepon. Pemindaian suara telah menunjukkan tingkat keberhasilan setinggi 97%.


Teknologi biometrik suara menggunakan tiga jenis verifikasi suara: teks-dependenteks-prompted, dan teks-independen. Verifikasi teks-dependen membandingkan suara sesuai frase kata yang diminta, seperti nomor rekening atau nama yang diucapkan. Salinan suara pengucapan frase sebelumnya harus disimpan dalam database. Bentuk verifikasi ini sering digunakan dalam aplikasi seperti panggilan suara untuk mengaktifkan ponsel serta transaksi bank yang dilakukan melalui sistem telepon.


Verifikasi teks-prompted memberikan alternatif terbaik untuk sistem yang berisiko tinggi. Dalam hal ini, sistem akan meminta pengguna mengucapkan beberapa frase acak untuk mengurangi risiko penipuan menggunakan alat rekam. Kelemahan utama untuk proses verifikasi ini adalah jumlah waktu dan ruang yang dibutuhkan untuk membuat pengguna baru pada sistem. Prosedur ini sering digunakan untuk memantau penjahat yang berada di bawah pengawasan rumah atau berada pada program pelepasan di komunitas.


Verifikasi teks-independen adalah yang paling sulit dari tiga jenis pengenalan suara karena tidak ada yang meminta pengguna. Apa pun yang diucapkan oleh pengguna dapat digunakan untuk memverifikasi keaslian pengguna, sebuah proses yang dapat membuat proses otentikasi hampir tidak terlihat oleh pengguna.


Salah satu kelemahan dari teknik pengenalan suara adalah bahwa akan semakin sulit untuk mengelola umpan balik dan gangguan saat memvalidasi suara. Suara kita terdiri dari gelombang suara. Ketika ditransmisikan melalui saluran telepon analog gelombang ini cenderung menjadi terdistorsi. Meskipun teknologi saat ini dapat mengurangi kebisingan dan umpan balik, namun masalah ini tidak dapat sepenuhnya diatasi.


Alat pemindai suara juga terbatas dalam kemampuan mereka untuk menafsirkan variasi dari pola suara individu yang sama. Biasanya, suara yang digunakan untuk keperluan otentikasi harus diucapkan dengan kecepatan tetap tanpa banyak variasi nada dan jeda. Namun suara tiap manusia tetaplah bervariasi antara individu-individu sehingga ini menjadi tantangan untuk ke depannya bagi para pengembang teknologi untuk merancang sebuah sistem yang dapat mengenal variasi dalam kecepatan bicara serta dalam nada pengucapan suara oleh individu yang sama.


Meskipun dengan berbagai kekurangannya, pemindaian suara memiliki tingkat keberhasilan hingga 98%. Sekitar 2% sisanya ini memungkinkan pengguna sah untuk ditolak aksesnya saat suaranya tidak seperti biasanya. Sekitar 2% juga, pengguna yang tidak sah bisa mendapat akses jika ia berusaha meniru suara seseorang.

Contoh Lain

Selain teknologi yang dijelaskan di atas, ada beberapa teknologi biometrik lain yang penggunaannya tidak terlalu banyak karena satu atau dua hal, yaitu pemindaian geometri tanganpemindaian pola venapemindaian telapak tanganDNAdinamika keystrokebentuk telingasignature / tanda tangan, hingga bau badan.

Pendapat dari Teknologi Biometrik :

Putra Permana :

Menurut saya Teknologi Biometrik ini sangat bermanfaat untuk untuk kehidupan sehari-hari dimana banyak hal yang bisa dipakai untuk menjamin keamanan secara privasi seperti Pemindaian Retina / iris,Pemindaian Wajah,Pemindaian Sidik Jari dan Pemindaian Suara yang sudah banyak kita lihat di film-film Internasional yang membuat film itu semakin seru dan Menarik.


Nadia Dian Trisa :

Untuk saat ini teknologi sudah semakin canggih dari teknologi modern seperti  pemidaian sidik jari dan wajah bukan saja di teknologi diperkantoran yang sering kita temui akan tetapi era modern sekarang sudah kita bisa gunakan di smartphone kita sendiri. Maka dari itu sistem cerdas untuk alat seperti ini sudah berkembang baik dan sudah banyak modelnya. Teknologi ini sangat membantu untuk mempermudah aktivitas sehari hari.


Satyawati Permana Putri : 

Pendapat saya tentang penggunaan biometrik pada iron man adalah memiliki kelebihan dan kekurangannya , kelebihannya adalah kita bisa mengendalikan aplikasi dan berbagai hal lain di komputer tanpa harus menyentuhnya. Tapi kekurangannya bila pada pengenalan suaranya di teknologi biometrik ini jika sih pemilik suara ini mengalami flu dan pilek yang mengakibatkan suaranya berbeda jadi sih teknologi biometrik ini pada sistem pengenalan suaranya tidak bisa mendeteksi pengenalan suara sih milik user tersebut.


Mohammad Cakra Gilang Tawakal :

Teknologi Biometric pada zaman ini saat berguna bagi mempermudah pekerjaan misalnya absen dikantor mengunakan alat pemidaian wajah, hanya melihat wajahnya si robot akan mengakses atau mengizinkan pegawai masuk kantor, dan jika si robot di mendeteksi wajah nya berarti si robot tidak mengenal dan tidak diizinkan masuk karena bisa jadi orang itu melakukan kejahatan.


Wisnu Noor Rahmat :

Teknologi ini bisa dibilang adalah terobosan baru dari kecanggihan teknologi pada zaman sekarang, karena dengan adanya teknologi ini pada suatu system keamanan kantor, rumah, handphone, dll menjadi lebih hebat dan aman. Hal ini disebabkan karena tidak semua orang bisa mengakses system keamanan tersebut seperti pemindai retina, sidik jari, pengenalan suara, dll. Namun tetap saja system keamanan ini memiiki kekurangan karena masih bisa dibobol oleh hacker karena bisa saja orang tersebut
Mengambil sample sidik jari dari penggunanya atau dengan menyesuaikan suara pelaku dengan pengguna saat system mendeteksi pengenalan suara pengguna. Jadi secanggih apapun  systemnya akan ada saja kekurangan yang diperoleh.

Aji Farkha Raynaldi :
Penggunaan teknologi biometrik dalam sistem keamanan memang sangat berguna akan tetapi hal tersebut harus diimbangi dengan penggunaan teknologi atau peralatan yang sepadan , terutama apabila data yang disimpan merupakan data yang penting , jangan sampai karena penggunaan peralatan yang tidak memadai dalam pemanfaatan biometrik justru membuat data yang kita simpan menjadi mudah dicuri atau disalahgunakan 

Daftar Pustaka :

http://www.sainsphd.com/2016/03/teknologi-biometrik.html

Selasa, 31 Oktober 2017

Review Artificial Intelligence

J.A.R.V.I.S

1.    Cara kerja




JARVIS ( Just A Rather Very Intelegent System ) merupakan kecerdasan buatan atau AI dalam film Iron Man ia diperlihatkan seperti core membrane. Interface Jarvis menggunakan tampilan GUI yang canggih dengan perangkat peripheral holografik yang berwarna biru serta masukan (input) berupa suara dan mengkomunikasikan data kembali ke pengguna melalui output suara dan tampilan holografik, juga ketika ia berbicara akan terihat lampu biru berkelip disekitar core tersebut. Jarvis diprogram dapat menggunakan semua teknologi disekitarnya  asalkan ia terhubung dengan teknologinya. Jarvis muncul dalam bentuk holograms, computer dan bahkan didalam iron man suits. Jarvis memiliki atau dapat mengakses database yang tidak terbatas, alat, bahkan system program dapat dia kendalikan. Jarvis terhubung dengan jaringan informasi global dan menggunakan hologram sebagai tampilan untuk berkomunikasi dengan tony. Jarvis dapat melakukan banyak hal yang diperintahkan, contoh ketika ia dapat melakukan hacking pada jaringan pemerintah, saat ia juga mampu untuk menampilkan 3D hologram view tempat kejadian ledakan, atau ketika ia bisa mengendalikan dari jarak jauh baju iron man yang sudah ditambahkan teknologi Jarvis. Selain berfungsi sebagai pengelola fungsi robot , JARVIS juga berfungsi sebagai pengelola lingkungan rumah Tony Stark atau bisa disebut Smart Home .

2.    Analisis

              I.        Thinking Humanly

Pada dasarnya JARVIS dibuat untuk dapat membantu tony stark dalam setiap pekerjaan dan kehidupannya. Sehingga dia diprogram dalam bentuk Ai atau kecerdasan buatan, seperti JARVIS diberikan akses database yang dapat membantu dia dalam mencari solusi atau informasi yang dibutuhkan. Dia juga dilengkapi sensor suara agar mengetahui respon apa yang akan diberikan kepada orang yang berbicara dengannya dan JARVIS juga dapat merespon pertanyaan dan dapat memberi jawaban / pendapatnya sendiri atas pertanyaan tersebut, sehingga Jarvis dapat berpikir tergantung apa yang users pikirkan.

            II.        Acting Humanly




Sistem agen cerdas terintegrasi juga pada rumah maupun setiap aspek kehidupan Tony. Interaksi Tony dengan JARVIS sangat mendalam pada lingkungan nyata. Di kantornya, Tony duduk di dalam proyeksi yang dapat dimanipulasi oleh gerakan, melakukan analisis Forensik dari TKP yang ditampilkan dalam bentuk 3D. Selain itu, Tony dapat dapat berinteraksi dengan Jarvis menggunakan sistem pengenalan suara. JARVIS juga memiliki tingkah layaknya manusia yang lainnya contohnya pada adegan dimana Iron Suit milik Tony Stark jatuh karena hanya memiliki 5% tenaga yang tersisa , disini JARVIS merespon dengan kata – kata “ Sepertinya aku butuh tidur “ ini menunjukkan JARVIS berperilaku layaknya manusia yang kelelahan dan butuh istirahat.

           III.        Thinking Rationaly




Dalam film aspek ini ditunjukkan pada saat Tony Stark menyelamatkan para penumpang pesawat yang berjumlah 13 orang, pada adegan ini Tony bertanya pada JARVIS “ berapa banyak orang yang bisa kubawa ? “ dan JARVIS menjawab “ 4 orang “. Disini JARVIS berpikir secara rasional dengan pertimbangan total beban dari 13 orang dan kondisi Iron Suit yang kurang baik maka membawa 13 orang sekaligus itu tidak mungkin jadi dia menjawab 4 orang berdasarkan pertimbangan tersebut.

           IV.        Acting Rationaly

Aspek ini terlihat pada adegan saat Tony bertarung menggunakan Iron Suit terbarunya MK42 , tanpa diberikan perintah JARVIS langsung merespon dengan memberi pendapat bahwa Iron Suit tersebut belum siap digunakan untuk bertempur , ini menunjukkan bahwa JARVIS dapat memberikan aksi yang rasional atau sesuai fakta yang ada , dimana fakta tersebut adalah Iron suit tersebut masih dalam tahap pengembangan jadi tidak cocok digunakan untuk bertempur .



3.    Sub AI

JARVIS sendiri memiliki beberapa Sub disiplin AI yaitu  :

v  Expert System

JARVIS dapat melakukan setting terhadap Iron suit tanpa bantuan si  pakar yaitu Tony , pada satu adegan JARVIS juga dapat melakukan pengecekkan kondisi kesehatan Tony layaknya seorang dokter.

v  NLI (Natural Language Processing)

Ini ditunjukkan dengan bagaimana Tony bisa berkomunikasi dan berbincang – bincang dengan JARVIS layaknya berbincang dengan manusia .


v  Speech Recognition

Ini ditunjukkan bagaimana JARVIS dapat merespon perintah – perintah melalui suara

v  Robotics & Sensory System

Seperti yang kita ketahui JARVIS juga berintegrasi dengan Iron Suit milik Tony Stark , dimana JARVIS befungsi sebagai OS dari Iron Suit tersebut . Untuk Sensory System sendiri terlihat pada saat JARVIS dapat mengukur ketinggian pada saat Tony terbang.

v  Computer Vision



Sub ini terlihat pada saat JARVIS menampikan objek – objek dalam tampilan holografik , pada film sendiri ini terlihat pada adegan dimana JARVIS mencoba merepresentasikan tempat terjadinya ledakan dengan menampilkan objek – objek yang ada pada tempat secara detail bahkan objek yang kecil sekalipun .


4.    Pendapat masing masing anggota kelompok

  •  Wisnu Noor Rahmat


Kecerdasan buatan dalam film ini menurut saya jelas bermanfaat untuk membantu manusia dalam mencari informasi bahkan bisa juga untuk menyelesaikan tugas yang diperintahkan. Terlebih dengan adanya teknologi ini manusia dapat berkomunikasi dengan sistem AI tersebut, karena sudah dilengkapi oleh sensor suara & gambar. Sehingga teknologi ini bisa membantu mengurangi beban masalah dan mencarikan solusi yang tepat untuk manusia yang memiliki masalah tersebut walaupun tidak sedetail ketika berkomunikasi dengan manusia itu sendiri. Tapi kecerdasan buatan ini juga mempunyai sisi negatif menurut saya karena bisa saja AI tersebut bila digunakan pada robot bisa mengganti peran manusia itu sendiri atau bisa merugikan aktivitas yang berhubungan dengan manusia.

  • Aji Farkha Raynaldi


Dengan adanya teknologi seperti JARVIS tentu sangat akan mempermudah kehidupan  manusia , tapi tentuya harus ditetapkan batasan – batasan untuk teknologi tersebut , karena bisa kita lihat pada film JARVIS dapat dengan sangat mudah mendapatkan informasi walaupun informasi tersebut milik badan pemerintahan yang bersifat rahasia , tentunya ini sangat berbahaya bila disalahgunakan .

  • Putra Permana


Menurut saya mengenai Teknologi AI yang digunakan dalam Film Ironman 3 merupakan kemajuan dari Teknologi zaman modern yang berkembang sangat pesat dimasa depan,dan dapat di prediksi akan ada seseorang atau bahkan bisa banyak penemu yang bisa membuat teknologi tersebut untuk hal-hal positif yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari dalam setiap kegiatan yang dilakukan manusia di zaman yang akan datang.

  • Mohammad Cakra Gilang Tawakal


Teknologi AI pada film Iron man 3 sangat berguna untuk mempermudah perkerjaan mencari informasi atau mempermudah untuk kehidupan sehari-hari, karena hanya memakai suara saja jarvis sudah tau apa yang tony  ingin lakukan dan jarvis akan melakukan tugasnya sesuai perintah tony. tetapi untuk pemakaiannya harus terbatas karena dapat merusak otak karena  untuk berbicara dengan robot itu memakai gelombang suara yang sangat tinggi, sehingga dapat mengganggu saluran pendengaran dan akan menuju ke otak sampai tidak merespon lagi. Dan juga dapat disalahgunakan untuk melakukan hal2 yang jahat, seperti mencuri data bank, merusak sistem negara dan lain-lain. Kalau menurut saya untuk memakai teknologi seperti jarvis harus orang yang sudah pengalaman dan sudah mendapatkan pelatihan untuk memakai alat ini.

  • Satyawati Permana Putri

Teknlogi pada film iron man 3 ini sangat bermanfaat bagi para anak - anak di indonesia khususnya bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengasah kemampuan mereka di bidang IT. Bahwa teknologi saat ini pada robot sudah berkembang pesat dimana sudah ada fasilitas voice recognition pada jarvis yang mempermudah user untuk berinteraksi bahkan tanpa memggunakan tangan,karena cukup dengan perintah suara bahkan dalam bentuk bahasa natural yang dapat dimengerti jarvis . Teknologi pengenalan suara ini belum dianggap sempurna karena pengenalan suara ini masih perlu perintah tegas seperti lafal dan intonasi yang jelas agar dapat dimengerti oleh jarvis.

  • Nadia Dian Trisa

Jarvis merupakan rumah system komputasinya Tony Stark dan Jarvis sendiri merupakan kecerdasan buatan atau AI yang sangat canggih. Teknologi ini merupakan teknologi masa depan yang mudah digunakan dan dapat mempermudah aktivitas manusia. Karna Jarvis hanya menggunakan inputan berupa suara dan display hologram dapat melakukan semua perintah. Tetapi Jarvis itu sendiri mempunyai kelemahan yaitu dibatasi oleh firmware yang dimuah kedalam keadaan yang membahayakan peralatan fisik.





TERIMA KASIH

Anggota Kelompok :


  1. Aji Farkha R
  2. Mohammad Cakra G.T
  3. Nadia Dian Trisa
  4. Putra Permana
  5. Satyawati Permana P
  6. Wisnu Noor Rahmat

Minggu, 15 Oktober 2017

Pekerjaan Seperti Apa Untuk Jurusan Sistem Informasi ?


            Sistem Informasi adalah jurusan yang berkaitan tentang software – software dalam computer. Sistem Informasi adalah kombinasi dari teknologi informasi dan aktivitas orang yang menggunakan teknologi itu untuk mendukung operasi dan manajemenBanyak mahasiswa jurusan ini belum mengerti seperti apa system informasi itu ? Belajar tentang apa dalam jurusan ini ? Apa pekerjaannya nanti ?
            Pekerjaan untuk jurusan Sistem Informasi sangatlah banyak, dan jika anda benar-benar mendalami jurusan ini itu sangatlah luar biasa. Karna jurusan Sistem Informasi pada jaman ini sangatlah dibutuhkan dengan jaman yang teknologi semakin maju.
Berikut salah satu pekerjaan untuk jurusan Sistem Informasi :
1.       Programmer
2.      System Analyst Assistant
3.      Application development
4.      dan beberapa pekerjaan yang masih berkaitan dengan teknologi informasi lainnya
Dari beberapa yang sudah saya sebutkan pasti ada beberapa yang terdengar asing, mari kita bahas lebih lanjutnya.
1.      Programmer
Seorang programer komputer (computer programmer) bertugas mendesain program perangkat lunak (software) melalui flow chart yang logis untuk kemudian diterjemahkan ke dalam salah satu dari beberapa bahasa yang bisa dimengerti komputer. Jadi, seorang programmer adalah seseorang yang membuat program untuk membuat suatu perangkat lunak.
2.     System Analyst Assistant
System analyst merancang solusi IT baru untuk meningkatkan efisiensi bisnis dan produktifitas. Pekerjaannya dapat untuk ekstrenal client atau internal client (seperti departemen dalam organisasi yang sama). Pekerjaan ini merupakan seseorang yang merancang suatu project yang nantinya akan diberikan kepada seorang programmer.
3.     Application development
Application developer menerjemahkan kebutuhan software ke dalam kode pemrograman singkat dan kuat. Kebanyakan akan mengkhususkan pada lingkungan development tertentu seperti computer games atau e-commerce, dan akan memiliki pengetahuan yang dalam pada beberapa bahasa komputer yang bersangkut-paut.
Seperti itu lah salah satu pekerjaan untuk jurusan Sistem Informasi, karna ketahuilah setiap jurusan memiliki kelebihannya masing-masing. Pada jaman sekarang yang sangatlah berpengaruh terhadap perkembangan teknologi, jurusan Sistem Informasi ini lah yang sangat dibutuhkan. Jadilah generasi yang dapat mengharumkan nama bangsa dan Negara.
Sekian penjelasan singkat dari saya, kurang lebihnya mohon maaf.

·         Referensi


Kamis, 06 Juli 2017

Application Service Library

Application Services Library (ASL)





ASL kepanjangan dari Application Service Library. Kumpulan dari pedoman praktek terbaik tentang pengelolaan pengembangan dan pemeliharaan aplikasi.
ASL adalah sebuah framework untuk proses manajemen aplikasi. ASL adalah domain publik standar untuk manajemen aplikasi. ASL adalah standar yang independen, terpisah dari IT Infrastructure Library (ITIL), tetapi terkait dengannya dalam pengertian kepatuhan terhadap standar-standar untuk mengelola proses dan memberikan keterkaitan yang erat, kepatuahan dari kumpulan publik domain dari suatu pedoman.

Jumat, 02 Juni 2017

SOFTWARE MAINTENANCE MATURITY MODEL

Maturity model adalah suatu metode untuk mengukur level pengembangan manajemen proses, yang berarti adalah mengukur sejauh mana kapabilitas manajemen tersebut. Seberapa bagusnya pengembangan atau kapabilitas manajemen tergantung pada tercapainya tujuan-tujuan COBIT yang . Sebagai contoh adalah ada beberapa proses dan sistem kritikal yang membutuhkan manajemen keamanan yang lebih ketat dibanding proses dan sistem lain yang tidak begitu kritikal. Di sisi lain, derajat dan kepuasan pengendalian yang dibutuhkan untuk diaplikasikan pada suatu proses adalah didorong pada selera resiko Enterprise dan kebutuhan kepatuhan yang diterapkan.

Secara umum, maturity model biasanya memiliki ciri sebagai berikut:
1.  Proses pengembangan dari suatu organisasi disederhanakan dan dideskripsikan dalam wujud tingkatan kematangan dalam jumlah tertentu (biasanya empat hingga enam tingkatan)
2.    Tingkatan kematangan tersebut dicirikan dengan beberapa persyaratan tertentu yang harus diraih.
3.   Tingkatan-tingkatan yang ada disusun secara sekuensial, mulai dari tingkat inisial sampai pada tingkat akhiran (tingkat terakhir merupakan tingkat kesempurnaan)
4.  Selama pengembangan, sang entitas bergerak maju dari satu tingkatan ke tingkatan berikutnya tanpa boleh melewati salah satunya, melainkan secara bertahap berurutan.

Perawatan perangkat lunak (software maintenance) adalah aktivitas yang dimulai sejak perangkat lunak mulai digunakan (after delivery) hingga akhirnya perangkat lunak tersebut tidak dapat digunakan lagi (retired). Tujuannya adalah untuk memperbaiki kesalahan (to correct), meningkatkan kinerja/ fungsionalitas (to improve), menyesuaikan dengan lingkungan (to adapt), atau untuk mencegah terjadinya kesalahan (to prevent).

Bagian ini menjelaskan proses pemeliharaan perangkat lunak enam sebagai :

1.     Proses implementasi mengandung persiapan perangkat lunak dan kegiatan transisi, seperti konsepsi dan penciptaan rencana pemeliharaan; persiapan untuk menangani masalah yang diidentifikasi selama pengembangan, dan tindak lanjut pada manajemen produk konfigurasi.
2.  Masalah dan proses modifikasi analisis, yang dieksekusi sekali aplikasi telah menjadi tanggung jawab kelompok perawatan. Programmer pemeliharaan harus menganalisa setiap permintaan, konfirmasikan (dengan mereproduksi situasi) dan periksa validitas, menyelidiki dan mengusulkan solusi, mendokumentasikan permintaan dan usulan solusi, dan akhirnya, memperoleh semua otorisasi yang diperlukan untuk menerapkan modifikasi. 
3.      Proses mempertimbangkan pelaksanaan modifikasi sendiri.
4.  Penerimaan Proses modifikasi, dengan mengkonfirmasi karya yang dimodifikasi dengan individu yang mengajukan permohonan dalam rangka untuk memastikan modifikasi memberikan solusi.
5.    Proses migrasi ( migrasi platform , misalnya) luar biasa, dan bukan merupakan bagian dari tugas b perubahan dalam fungsi, proses ini akan digunakan dan tim proyek pemeliharaan kemungkinan akan ditugaskan untuk tugas ini.
6.  Akhirnya, proses pemeliharaan lalu, juga suatu peristiwa yang tidak terjadi setiap hari, adalah pensiun dari sebuah software.

Ada sejumlah proses, kegiatan dan praktek yang unik untuk pengelola, misalnya:
a.    Transisi: urutan terkontrol dan terkoordinasi kegiatan selama sistem ditransfer progresif dari pengembang untuk pengelola.
b. Service Level Agreements (SLA) dan kontrak pemeliharaan khusus (domain-spesifik) dinegosiasikan oleh pengelola.
c.   Modifikasi Permintaan dan Masalah Meja Laporan Bantuan: proses penanganan masalah yang digunakan oleh pengelola untuk memprioritaskan, dokumen dan rute permintaan yang mereka terima.
d.  Modifikasi Permintaan penerimaan / penolakan: permintaan modifikasi bekerja lebih dari ukuran tertentu / usaha / kompleksitas mungkin ditolak oleh pengelola dan dialihkan untuk pengembang.

Ø  Aspek Kegiatan Maintenance 
Aktivitas  pemeliharaan  yang  pertama  terjadi  karena  asumsi  yang  salah pada  saat  uji  coba  yaitu  kesalahan  tersembunyi  pada  perangkat  lunak yang  cukup  besar.  Menurut  O’Brien  (2005)  bahwa  dibutuhkan  pembagian kegiatan maintenance ke dalam empat aspek. Pemeliharaan perangkat lunak dapat dibedakan menjadi:

a.    Adaptive,  diartikan  sebagai  modifikasi  sistem  untuk  mengatasi  perubahan
lingkungan software. Aktivitas yang kedua ini terjadi karena pertumbuhan atau   perkembangan   perangkat  lunak   atau   perangkat   keras sehingga memerlukan modifikasi dari perangkat lunak yang telah dibuat l
ingkungan software. Aktivitas yang kedua ini terjadi karena pertumbuhan atau   perkembangan   perangkat  lunak   atau   perangkat   keras sehingga memerlukan modifikasi dari perangkat lunak yang telah dibuat. 
b.    Perfective,  diartikan  sebagai  tindakan  baru  implementasi  atau  perubahan pengguna  peralatan  yang mana  memperhatikan  fungsi  tambahan  untuk software. Aktivitas ini terjadi pada saat perangkat lunak yang telah dibuat dan   dilakukan   uji   cobs   kemudian   dipergunakan   oleh   user.   Setelah dipergunakan  oleh  user  mungkin  timbul  permintaan  tambahan  fungsi sesuai dengan keinginan pemakai. 
c.   Corrective, diartikan   sebagai   deteksi   dan   perbaikan   masalah,   yang ditemukan  oleh  pengguna.  Aktivitas  ini  terjadi  pada  saat  produk  dipakai dan  hasil  yang  didapat  oleh  pamakai  baik  berupa  kesalahan  yang  timbul maupun kesalahan dalam bentuk keluaran yang tidak sesuai. 

d.  Preventive, diartikan   sebagai   peningkatan   kemampuan software atau reabilitas   untuk   menghindari   masalah   di   masa   yang   akan   datang. Pemeliharaan   yang   terakhir   dilakukan   untuk   menghadapi   kemajuan
perangkat  lunak  atau  perangkat  keras  di  masa  mendatang,  umpamanya
penambahan fungsifungsi atau melengkapi fungsi-fungsi yang telah ada 
perangkat  lunak  atau  perangkat  keras  di  masa  mendatang,  umpamanya penambahan fungsifungsi atau melengkapi fungsi-fungsi yang telah ada.
Ø  Maintenance Planning Activity
  Aktivitas penting untuk maintenance perangkat lunak adalah perencanaan. Jika tahap development berlangsung 1-2 tahun, maka fase maintenance berlangsung selama bertahun-tahun. Memperkirakan secara akurat sumber daya yang digunakan adalah elemen kunci dalam rencana maintenance. Sumber daya yang didalamnya termasuk biaya harus dimasukkan dalam rencana anggaran proyek. Rencana maintenance harus dimulai dengan membuat atau menentukan tujuan kualitas perangkat lunak. Konsep dan perencanaan maintenance :
a.    Mengandung ruang lingkup (scope) maintenance perangkat lunak.
b.    Proses setelah perangkat lunak selesai.
c.    Harus diketahui siapa yang akan melakukan maintenance.
d.    Perkiraan biaya maintenancesiklus hidup perangkat lunak.

Ø  Teknik-teknik Maintenance
Software maintenance yang efektif dilakukan dengan teknik  yang spesifik atau khusus  untuk maintenance.  Beberapa  teknik  praktis  yang  biasa  dipakai maintener :
a.    Program Comprehension
b.    Re-engineering
c.    Reverse engineering